Di tengah hiruk-pikuk pasar properti, ada satu pengembang yang terus bergerak. PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), emiten yang dikendalikan anak Tommy Soeharto, lewat anak usahanya PT New Kuta Golf and Ocean View, baru saja mengukuhkan komitmennya di Bali. Mereka resmi melanjutkan proyek besar: pengembangan kawasan properti terintegrasi di area New Kuta Golf.
Acara peluncurannya sendiri cukup padat. Tidak cuma sekadar seremoni, tapi ada tiga agenda penting yang digelar sekaligus. Pertama, peluncuran unit The Links Golf Villa Cluster 2 Tipe 2. Lalu, peletakan batu pertama untuk pembangunan Cluster 2. Dan yang ketiga, topping off bangunan komersial yang juga ada di dalam kawasan villa tersebut.
Menurut Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, momen ini punya arti strategis.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem hunian dan lifestyle berbasis golf di kawasan New Kuta Golf," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis lalu.
Febri menambahkan, semua ini adalah bagian dari rencana besar yang sudah disusun bertahap. Visi perusahaannya jelas: membangun ekosistem hunian dan gaya hidup bertaraf internasional yang berpusat pada golf. Pengembangannya pun dirancang agar berkelanjutan, tidak asal bangun.
Acara itu dihadiri langsung oleh jajaran puncak perusahaan. Tampak hadir Komisaris GOLF Darma Mangkuluhur Hutomo, Direktur Andy Nuryadmanto, dan juga Direktur PT Shogun Cipta Jaya, Sofian Arif Susanto. Kehadiran mereka tentu memberi sinyal betapa seriusnya proyek ini.
Kalau melihat respon pasar sebelumnya, minatnya memang luar biasa. The Links Golf Villa – Cluster 1, tahap awal pengembangan, ludes terjual hanya dalam tiga minggu! Fakta itu sendiri sudah bicara banyak. Tampaknya, pasar sangat menyukai konsep hunian yang langsung terhubung dengan lapangan golf, dirancang khusus untuk menunjang gaya hidup leisure dan olahraga.
“Pengembangan ini merupakan langkah strategis kami untuk menjawab kebutuhan pasar akan hunian premium yang memiliki nilai investasi jangka panjang,” jelas Febri lebih lanjut.
Dia menekankan komitmen perusahaan tidak hanya pada kualitas.
“Kami berkomitmen untuk membangun kawasan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan dan selaras dengan lingkungan sekitar,” katanya.
Jadi, proyek ini bukan sekadar menambah unit properti. Lebih dari itu, mereka sedang menyempurnakan sebuah kawasan eksklusif dari nol. Perkembangannya patut untuk diikuti.
Artikel Terkait
UVCR Siapkan Buyback Saham Rp1,5 Miliar untuk Program Kepemilikan Karyawan
Intiland Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Perkuat Modal, Tak Bagi Dividen
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Optimalkan Kontrak Multiyears dan Diversifikasi Komoditas untuk Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Sentralisasi Ekspor
Pemegang Saham Bukit Asam Setujui Dividen Rp1,32 Triliun, Setara Rp114 per Lembar