Wall Street bangkit dengan kenaikan yang cukup signifikan pada Selasa kemarin. Pasar saham AS yang sempat lesu akhirnya bergerak naik, didorong oleh sebuah pengumuman yang cukup mengejutkan dari Presiden Donald Trump terkait Greenland dan kawasan Arktik.
Lewat akun Truth Social-nya, Trump menyatakan bahwa kerangka kesepakatan telah tercapai. Kabar ini langsung disambut positif oleh para investor.
“Kami telah membentuk kerangka dari kesepakatan di masa depan terkait Greenland, dan pada dasarnya, seluruh kawasan Arktik. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” ujarnya.
Intinya, ancaman tarif baru untuk sekutu Eropa itu resmi dibatalkan. Dan pasar pun lega. Sebelum pengumuman itu keluar, sebenarnya indeks-indeks utama sudah mulai menguat. Namun, reli benar-benar mendapatkan momentumnya setelah ketidakpastian soal perang dagang baru itu mereda. Investor seolah menarik napas lega.
Menurut Jason Pride dari Glenmede, isu Greenland sendiri sebenarnya bukan hal yang utama. Yang lebih penting justru menghindari konflik dagang.
“Saya rasa siapa yang memiliki Greenland tidak berdampak langsung secara ekonomi. Yang berdampak besar bagi ekonomi adalah apakah kita mulai saling memberlakukan tarif satu sama lain,” jelas Pride.
Nah, hasilnya terlihat jelas di papan perdagangan. Dow Jones melonjak hampir 590 poin, menguat 1,21% ke level 49.077. S&P 500 naik 1,16%, dan Nasdaq ikut naik lebih dari 1%. Kenaikan ini seperti obat penyembuh setelah sehari sebelumnya pasar mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan terakhir aksi jual besar-besaran yang sempat bikin was-was.
Performa hari Selasa itu bukan cuma soal Trump. Ada faktor lain yang turut mendorong. Sektor perbankan, misalnya, tampil solid berkat laporan keuangan yang bagus dari beberapa bank besar. Indeks perbankan regional melesat. Sektor energi juga jadi pemimpin, didongkrak oleh harga gas alam yang meroket akibat cuaca dingin yang melanda.
Tak ketinggalan, saham-saham maskapai penerbangan ikut merasakan angin segar. United Airlines memberikan prospek yang optimis, dan sentimen positif itu langsung menular ke kompetitornya seperti Delta dan American Airlines. Suasana pasar benar-benar berubah 180 derajat dari hari sebelumnya.
Jadi, dalam satu hari, sentimen berbalik. Dari ketakutan akan perang dagang, menjadi harapan bahwa ketegangan bisa diredam. Wall Street memang selalu penuh kejutan.
Artikel Terkait
Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp117,2 Miliar, Setara 88,63% Laba Bersih 2025
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham
OJK Ungkap Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Jadi Acuan MSCI Keluarkan Emiten dari Indeks
BRI Ramaikan Clash of Legends 2026 dan Luncurkan Kartu Debit Spesial Barcelona