Pergerakan konglomerat Prajogo Pangestu di pasar modal kembali menarik perhatian. Kali ini, sang taipan tercatat menggelontorkan dana tak sedikit tepatnya Rp28,03 miliar untuk mengakumulasi saham dua anak usahanya, Barito Renewables Energy (BREN) dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Aksi beli ini dilakukan dalam rentang 13 hingga 15 Januari 2026.
Menurut data keterbukaan informasi BEI yang dirilis Senin (19/1), Prajogo memulai aksinya dengan membeli 1,33 juta saham BREN pada tanggal 13 Januari. Untuk transaksi itu saja, ia sudah merogoh kocek dalam-dalam, sekitar Rp11,87 miliar.
Dua hari kemudian, tepatnya 15 Januari, ia tak berhenti. Prajogo kembali menambah porsi kepemilikannya di BREN dengan memborong 1 juta saham lagi. Nilai transaksi kedua ini mencapai Rp9,6 miliar.
Kalau dijumlah, untuk saham BREN saja, dana yang ia kucurkan sudah menembus angka Rp21,48 miliar. Cukup fantastis.
Tapi rupanya, BREN bukan satu-satunya target. Di hari yang sama, 15 Januari, pria yang kerap disebut sebagai orang terkaya Indonesia itu juga melirik CUAN. Sebanyak 3,5 juta saham CUAN ia sikat, dengan nilai transaksi sekitar Rp6,55 miliar.
Jadi, dalam hitungan hari di awal tahun itu, total pengeluarannya untuk kedua saham tersebut telah mencapai Rp28,03 miliar. Sebuah sinyal kuat yang langsung ditangkap pasar.
Efeknya? Saham-saham grup Barito langsung tersengat sentimen positif pada perdagangan Senin itu. Aksi akumulasi dari pemiliknya sendiri seperti memberi suntikan adrenalin.
Melihat data BEI di sekitar pukul 11.36 WIB, CUAN melesat hampir 10 persen ke level Rp2.020. Barito Pacific (BRPT) juga ikut meroket, naik lebih dari 5 persen. Begitu pula dengan Chandra Daya Investasi (CDIA) dan Chandra Asri Pacific (TPIA), yang masing-masing catat kenaikan signifikan.
Namun begitu, tidak semua bergerak hijau. BREN justru tercatat melemah tipis 0,77 persen, sementara Petrosea (PTRO) juga terlihat lesu. Sepertinya, antusiasme investor lebih terkonsentrasi pada saham-saham tertentu yang dapat dorongan langsung dari berita ini.
Laporan ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia.
Artikel Terkait
Modal Rp 1 M hingga Rp 6 M, Ini Rincian Investasi Buka SPBU Mitra Pertamina
Ketegangan AS-Iran Guncang Pasar, Indeks Saham AS Beragam di Awal Pekan
Ancaman Tarif Tinggi Trump Dorong Banyak Negara Beli Minyak Rusia
TOBA Tetap Bagikan Dividen USD8,89 Juta Meski Rugi Bersih 2025 Capai USD162 Juta