Setelah libur pada Senin kemarin, bursa AS kembali aktif. Netflix akan jadi pembuka yang ditunggu-tunggu pada Selasa. Perhatian pada raksasa streaming ini makin besar karena persaingannya dengan Paramount Skydance untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery sebuah kesepakatan yang bisa mengubah peta industri media.
Bagi investor, prospek ke depan adalah segalanya. Ekspektasi untuk tahun 2026 memang tinggi; laba perusahaan-perusahaan di S&P 500 diproyeksikan tumbuh lebih dari 15 persen. Tapi, ada beberapa hal yang bisa mengacaukan perhitungan itu.
Misalnya, keputusan Mahkamah Agung AS soal legalitas tarif global Trump yang bisa memicu volatilitas. Lalu, pada Rabu, pengadilan akan mendengar argumen mengenai upaya Trump untuk mencopot Gubernur Fed Lisa Cook. Ini kembali menyulut isu sensitif: independensi bank sentral.
Isu independensi The Fed memang kembali mencuat. Kabar soal penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell menambah daftar kekhawatiran. Meski Trump bilang ke Reuters bahwa dia tak berencana memecat Powell yang masa jabatannya berakhir Mei nanti ketegangan tetap terasa.
Analis Wedbush dalam laporannya pekan ini memberi catatan serius. “Berakhirnya masa jabatan Powell sebagai ketua bisa jadi titik balik krusial bagi narasi independensi. Kalau independensi The Fed diragukan, kekhawatiran inflasi bisa meluas dan bikin biaya utang pemerintah AS melambung.”
Jadi, pekan ini benar-benar ujian. Antara laporan laba yang diharapkan memuaskan, dan badai politik serta kebijakan yang siap menghempas kapan saja.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Sideways, Ini Deretan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Harga Emas Antam Melonjak Rp 40 Ribu per Gram, Pajak Penjualan Ikut Berubah
Arus Balik Jabotabek Tembus 157 Ribu Kendaraan, Mayoritas dari Arah Timur
IHSG Melaju Sendirian, Sentimen Positif Warnai Awal Pekan