Pekan ini, Wall Street benar-benar menahan napas. Reli pasar saham AS yang sudah berjalan lama kini menggantungkan nasibnya pada satu hal: musim laporan laba perusahaan. Harapan itu bertahan meski dikepung berita-berita panas, mulai dari kebijakan domestik yang kontroversial hingga ketegangan geopolitik yang terus memanas di awal tahun.
Setelah sebelumnya didominasi laporan dari sektor perbankan dan jasa keuangan, giliran perusahaan dari berbagai sektor lain untuk buka suara. Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel adalah beberapa nama besar yang akan mengumumkan kinerja kuartal keempat mereka pekan ini.
“Dengan semua kebisingan dari geopolitik dan kebijakan, laporan laba perusahaan harus jadi penopang utama,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley Wealth. Ia menegaskan betapa krusialnya momen ini bagi sentimen investor.
Memang, pergerakan pasar belakangan ini cukup menarik. Indeks S&P 500 sempat melemah pekan lalu, meski masih berkutat di dekat level rekor tertingginya. Yang mengejutkan, saham-saham bank besar seperti JPMorgan dan Wells Fargo justru anjlok setelah merilis laporan keuangan, padahal performa mereka sepanjang 2025 terbilang solid.
Tekanan datang dari mana? Salah satunya adalah usulan mengejutkan dari Presiden Donald Trump yang ingin membatasi suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen. Belum lagi rencananya untuk menghentikan perusahaan Wall Street membeli rumah tapak. Langkah-langkah ini jelas membuat industri kebakaran jenggot.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga tak kalah mencemaskan. Pernyataan agresif Trump terhadap Iran, misalnya, sempat membuat dunia internasional tegang. Meski akhirnya ia memilih bersikap ‘wait and see’, ketidakpastian itu sudah terlanjur mendorong investor mencari aset aman seperti emas.
Namun begitu, anehnya, indeks saham utama secara keseluruhan tampak belum terlalu terganggu. “Pasar sejauh ini cenderung mengabaikan banyak isu politik, tapi sebenarnya bahan untuk khawatir itu banyak banget,” ujar James Ragan, co-chief investment officer di D.A. Davidson.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Sideways, Ini Deretan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Harga Emas Antam Melonjak Rp 40 Ribu per Gram, Pajak Penjualan Ikut Berubah
Arus Balik Jabotabek Tembus 157 Ribu Kendaraan, Mayoritas dari Arah Timur
IHSG Melaju Sendirian, Sentimen Positif Warnai Awal Pekan