"Setiap bulan, kan tiap bulan dia di transfer, yang ada saja belum habis," jelasnya.
"Belom abis yang ada saja. Yang di daerah itu banyak duitnya, belum dihabisin. Jadi setiap bulan kita kirim tanggal 2 kalau enggak salah."
Memang, ada saja permintaan untuk mempercepat penyaluran. Secara teknis, hal itu bisa saja diwujudkan. Tapi Purbaya menilai, untuk saat ini, percepatan itu tidak mendesak. Yang jauh lebih penting justru memastikan batasnya tidak dikurangi, sehingga fleksibilitas fiskal daerah tetap terjaga.
Pada akhirnya, penyaluran akan tetap mengikuti termin yang berlaku. Meski begitu, opsi untuk menarik dana lebih awal tetap terbuka jika suatu saat benar-benar dibutuhkan.
Namun begitu, dengan kondisi kas yang masih longgar, Purbaya melihat belum ada urgensi.
"Kalau mereka mau pakai ambil depan ya bisa ambil depan. Cuman kan gini. Mereka enggak kekurangan cash, sekarang uangnya banyak. Habisin dulu saja," tegasnya sekali lagi.
"Jadi santai saja itu, yang penting limitnya cukup tinggi seperti biasanya. Enggak seperti lainnya yang dipotong gitu saja."
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare