Setelah dua hari berturut-turut lesu, pasar saham AS akhirnya bangkit lagi pada Kamis lalu. Kenaikan ini, jujur saja, cukup menyegarkan. Sentimen positif datang dari laporan kinerja kuartalan dua raksasa bank investasi, Morgan Stanley dan Goldman Sachs, yang ternyata jauh lebih solid dari perkiraan banyak orang. Tak hanya itu, kabar menggembirakan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) turut menyuntikkan semangat, terutama bagi saham-saham perusahaan chip di Wall Street.
Indeks Dow Jones melonjak hampir 300 poin, tepatnya 292.81 poin, dan menguat 0.60 persen ke level 49.442,44. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga ikut naik, meski lebih moderat, masing-masing 0.26 persen dan 0.25 persen.
Goldman Sachs dan Morgan Stanley sama-sama mencatatkan laba yang meningkat, didorong oleh geliat aktivitas transaksi korporasi yang marak. Saham Goldman melesat 4,6 persen dan jadi penyumbang terbesar untuk kenaikan Dow. Morgan Stanley bahkan lebih ganas, sahamnya naik 5,8 persen.
Namun begitu, suasana di sektor keuangan sebenarnya sempat tegang. Sebelumnya, beberapa bank lain melaporkan kinerja yang beragam. Kekhawatiran juga muncul dari rencana Presiden Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit. Hal itu sempat menekan sentimen.
Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, punya pandangan menarik.
"Investor masih terus memburu saham-saham yang dinilai murah, terutama jika dibandingkan dengan sektor teknologi yang sudah tinggi," ujarnya.
Menurutnya, setelah bertahun-tahun didominasi saham pertumbuhan dan teknologi, giliran sektor perbankan dan industri konvensional yang kini tampil menonjol. Indeks sektor industri S&P 500 bahkan mencatat rekor penutupan tertinggi, membuktikan pergeseran minat ini.
Meski begitu, saham teknologi tidak serta-merta ditinggalkan. Mereka ikut menguat, dengan emiten semikonduktor memimpin kenaikan. Pemicu utamanya adalah TSMC. Produsen chip AI tercanggih di dunia itu memproyeksikan pertumbuhan tahunan yang kuat dan mengisyaratkan akan menambah kapasitas produksinya di AS. Saham TSMC yang diperdagangkan di bursa AS langsung melonjak 4,4 persen.
Efeknya berantai. Indeks saham semikonduktor naik 1,8 persen. Nama-nama besar seperti Nvidia, Broadcom, dan Applied Materials semuanya ikut naik.
Artikel Terkait
RUPTL 2025-2034 Diuji di PTUN, Serikat Pekerja PLN Soroti Ancaman Kedaulatan Energi
Di Sudut Jalan, Ekonomi Kreatif Berdetak dengan Hukum Gotong Royong
IHSG Tembus 9.075, Catat Rekor Baru di Awal 2026
Wall Street Bangkit Didorong Saham Chip dan Sentimen Positif dari TSMC