Bursa saham Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukir rekor tertinggi sepanjang masa, ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,41 pada perdagangan Kamis (15/1/2025). Kenaikan ini, setara dengan 42,83 poin, terjadi tepat jelang momen long weekend.
Perjalanan indeks hari ini cukup dinamis. Dibuka di posisi 9.072, IHSG sempat melesat dan menyentuh puncak intraday di angka 9.100,83. Meski akhirnya sedikit melandai dari level tertinggi itu, sentimen pasar tetap terlihat cukup hangat. Transaksi harian pun bergerak aktif, dengan nilai perdagangan mencapai Rp27,92 triliun. Volume saham yang berpindah tangan sebanyak 46,94 miliar lewat lebih dari 3,2 juta kali transaksi.
Jika dilihat lebih detail, pergerakan saham-saham individual terbilang berimbang. Dari total saham yang diperdagangkan, 362 saham menguat, sementara 342 lainnya melemah. Ada pula 254 saham yang harganya cenderung stagnan atau flat.
Di sisi lain, indeks-indeks acuan lain juga mayoritas berada di zona hijau. Indeks LQ45 naik 0,83 persen ke 889, diikuti IDX30 yang menguat 0,81 persen ke 452. Indeks MNC36 naik 0,72 persen, sementara indeks JII hanya bergerak tipis dengan kenaikan 0,05 persen.
Namun begitu, tidak semua sektor ikut merasakan euforia rekor ini. Performa sektoral tampak terbelah. Sektor-sektor seperti konsumer non siklikal, keuangan, dan infrastruktur masih mampu menarik minat beli. Tapi sebaliknya, tekanan jual justru terlihat pada saham-saham di sektor energi, bahan baku, dan properti yang berakhir melemah.
Siapa yang jadi bintang hari ini? Posisi top gainers didominasi oleh saham-saham dengan lonjakan fantastis.
ZATA (PT Bersama Zatta Jaya Tbk) melonjak 35 persen ke Rp81.
ESTI (PT Ever Shine Tex Tbk) menyusul dengan kenaikan 34,75 persen ke Rp190.
Tak kalah dahsyat, INOV (PT Inocycle Technology Group Tbk) juga meroket 34,56 persen ke level Rp183.
Tentu, ada juga saham yang harus merelakan posisinya. Di daftar top losers, LUCK (PT Sentral Mitra Informatika Tbk) terpangkas 13,25 persen ke Rp144. DEFI (PT Danasupra Erapacific Tbk) dan NICL (PT PAM Mineral Tbk) juga ikut tertekan, masing-masing anjlok 12,03 persen dan 11,32 persen.
Pencapaian rekor baru ini memberi warna positif menuju akhir pekan yang panjang. Tapi, apakah momentum ini bisa bertahan setelah liburan? Wall Street dan faktor global lain kemungkinan besar akan jadi penentu arah berikutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Rusia Bahas Rencana Pembangunan Gudang Penyimpanan Minyak di Sumatera
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556 Miliar, Yield Capai 13%
Kawasan Golf Bandar Kemayoran Berbenah Jadi Kemayoran Indah Golf
PTPP Rampungkan Struktur Utama Gedung RS Jantung Internasional Harapan Kita