Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT RMK Energy Tbk akhirnya digelar pada Kamis (15/1/2026) lalu. Semua jajaran dewan komisaris dan direksi hadir dalam pertemuan tahunan perusahaan logistik batu bara terintegrasi itu. Inti dari rapat kali ini cukup jelas: mereka ingin mengubah susunan pengurus demi memperkuat tata kelola perusahaan. Tujuannya, tentu saja, untuk menyiapkan fondasi yang lebih kokoh bagi kinerja keuangan RMKE ke depannya.
Dan keputusan penting pun diambil. Para pemegang saham sepakat mengangkat Edwin Tedjasukmana sebagai Direktur Perseroan. Nama ini bukanlah pendatang baru. Edwin punya rekam jejak yang solid, terutama di bidang keuangan dan akuntansi. Pengalamannya yang panjang diharapkan bisa membawa angin segar.
Di sisi lain, Direktur RMKE, Vincent Saputra, melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi besar. Penguatan tim direksi bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi untuk rencana jangka panjang perseroan, terutama terkait aksi-aksi korporasi mendatang.
"Kami semakin optimistis dengan 3 customer baru yang telah bergabung pada penutupan tahun 2025 yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU) dan PT Menambang Muara Enim (MME). Dengan tambahan customer baru tersebut kami menargetkan volume angkutan jasa logistik sebesar 12,7 juta ton batu bara pada tahun 2026,"
ungkap Vincent, Kamis lalu.
Optimisme itu rupanya dibarengi dengan rencana aksi yang konkret. RMKE akan fokus pada ekspansi, salah satunya dengan meningkatkan aksesibilitas logistik. Caranya? Dengan menambah konektivitas hauling road menuju sejumlah tambang potensial di kawasan Muara Enim. Tak hanya itu, tahun ini mereka juga menargetkan bisa merekrut 4 hingga 5 customer baru.
Dengan berakhirnya RUPSLB, maka struktur kepengurusan RMKE pun resmi berubah. Susunannya kini adalah sebagai berikut.
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Tony Saputra
Komisaris Independen: F. Saud Tamba Tua
Komisaris Independen: Rokhmad Sunanto
Direksi:
Direktur Utama: Vincent Saputra
Direktur: William Saputra
Direktur: Edwin Tedjasukmana
Direktur: Indra Mulia Aliwarga
Direktur: Sugiyanto
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar