Nah, pertanyaan besarnya: saham ESTI ini sebenarnya milik siapa?
Berdasarkan data kepemilikan per 31 Desember 2025, pemegang saham pengendali adalah PT Cahaya Interkontinental. Mereka menguasai 1,83 miliar saham atau setara 91,21% dari total saham beredar. Sisa sekitar 8,49% atau 171 juta saham, dipegang oleh publik.
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ini adalah Sung Pui Man.
ESTI sebenarnya sudah lama go public. Mereka melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia pada 1992, melepas 4 juta saham dengan harga Rp5.400 per saham. Hasilnya? Dana segar Rp21,60 miliar berhasil dihimpun.
Kembali ke kinerja saham, lonjakan Kamis itu bukan satu-satunya pencapaian. Dalam sebulan terakhir, saham ESTI telah naik lebih dari 71%. Sebuah performa yang luar biasa, sekaligus memantik pertanyaan: apakah momentum ini akan berlanjut, atau justru sudah mencapai puncaknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Begitulah profil singkat ESTI, dari bisnis tekstilnya yang sudah berusia lima dekade hingga kepemilikan sahamnya yang terkonsentrasi. Sahamnya mungkin sedang jadi buah bibir, tetapi fondasi perusahaannya ternyata sudah dibangun sejak puluhan tahun silam.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret