Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan strategi bank mereka. "Kami fokus memperkuat portofolio pembiayaan di sektor-sektor produktif dan berorientasi ekspor yang punya daya saing global," ujarnya.
Lebih lanjut Kunardy menjelaskan, "Pembiayaan ini adalah wujud komitmen kami untuk mendukung industri petrokimia nasional. Industri ini kontribusinya besar lho, baik untuk rantai pasok maupun kinerja ekspor. Kami yakin kolaborasi ini akan mendatangkan pertumbuhan berkelanjutan, bukan cuma untuk PON, tapi juga untuk ekonomi nasional."
Partisipasi KB Bank rupanya tak berhenti di pembiayaan. Mereka juga membuka peluang untuk sinergi layanan perbankan lain. Misalnya, pengelolaan dana escrow, pembiayaan perdagangan (trade finance), hingga layanan treasury dan valas.
Dari sisi PON, apresiasi pun disampaikan. Presiden Direktur PT Petro Oxo Nusantara, Jaya Martapa, menyatakan, "Kami berterima kasih atas kepercayaan dari para kreditur, sehingga kredit sindikasi ini bisa terlaksana dengan baik."
"Kami percaya kemitraan strategis ini akan menciptakan iklim usaha yang positif di sektor petrokimia. Pada akhirnya, tentu diharapkan bisa memberikan manfaat lebih bagi devisa negara dan pembangunan nasional," tambah Jaya.
Ke depannya, KB Bank berencana terus memperluas perannya dalam pembiayaan sindikasi dan proyek-proyek strategis lainnya. Ini semua bagian dari upaya mereka mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan tentu saja, berkelanjutan.
Artikel Terkait
Saham Penunggak Pajak Bisa Disita dan Dilelang Pemerintah
Rosan Roeslani Buka Suara: BUMN Tekstil Baru Bakal Telan Investasi Rp 101 Triliun
ICP Desember 2025 Anjlok ke USD61,10, Pasar Dihantui Super Glut
IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejarah Jelang Long Weekend