Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan utilitas Malaysia, bakal ambil peran baru. Mereka akan jadi penyalur listrik dari Laos ke Singapura. Kontraknya sendiri berlaku untuk dua tahun ke depan.
Menurut laporan Bloomberg Kamis lalu, kesepakatan ini sebenarnya lanjutan dari proyek interkoneksi listrik yang udah ada. Intinya, mereka memperluas jaringannya.
Ini adalah bagian dari skema tahap kedua LTMS-PIP proyek integrasi listrik Laos-Thailand-Malaysia-Singapura. Nanti, Electricite du Laos, BUMN listrik Laos, yang akan bayar TNB atas jasa transmisinya. Jadi, TNB bertugas mengalirkan daya, bukan memproduksinya.
Di sisi lain, proyek ini bukan satu-satunya. Tahun 2024 lalu, lewat kerangka LTMS-PIP yang sama, sudah ada juga perjanjian untuk menambah pasokan listrik dari Malaysia ke Singapura. Jadi, aliran listrik di kawasan ini makin kompleks dan saling terhubung.
Dengan infrastruktur yang tersedia, daya sebesar 30 sampai 100 megawatt akan mengalir dari Laos menuju Singapura. Bukan tanpa alasan Laos dijuluki 'baterai Asia Tenggara'. Sementara itu, Singapura memang selalu kelimpungan mencari sumber energi karena keterbatasan lahan dan sumber daya domestik.
Visi untuk punya "supergrid" jaringan listrik raksasa regional sebenarnya sudah lama digaungkan di Asia Tenggara. Bayangannya, kalau jaringan ini terwujud, perdagangan listrik lintas batas antar negara ASEAN bakal jadi hal biasa.
Namun begitu, jalan menuju kesana masih panjang dan berliku. Realisasinya tak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kendala, mulai dari soal regulasi, tantangan teknis, hingga pembiayaan di antara sebelas negara anggota, masih terus jadi penghalang yang serius.
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dominasi Saham Unggulan Warnai Peta Pasar Modal Indonesia pada Maret 2026
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%