Dengan infrastruktur yang tersedia, daya sebesar 30 sampai 100 megawatt akan mengalir dari Laos menuju Singapura. Bukan tanpa alasan Laos dijuluki 'baterai Asia Tenggara'. Sementara itu, Singapura memang selalu kelimpungan mencari sumber energi karena keterbatasan lahan dan sumber daya domestik.
Visi untuk punya "supergrid" jaringan listrik raksasa regional sebenarnya sudah lama digaungkan di Asia Tenggara. Bayangannya, kalau jaringan ini terwujud, perdagangan listrik lintas batas antar negara ASEAN bakal jadi hal biasa.
Namun begitu, jalan menuju kesana masih panjang dan berliku. Realisasinya tak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kendala, mulai dari soal regulasi, tantangan teknis, hingga pembiayaan di antara sebelas negara anggota, masih terus jadi penghalang yang serius.
Artikel Terkait
Gagal Bayar Rp 1,2 Triliun, Kasus Fintech Syariah DSI Tembus Istana
FLPP Cetak Rekor, Gen Z dan Milenial Borong Rumah Subsidi
ESTI Melonjak 35%, Sentimen BUMN Tekstil Picu Euforia Pasar
PPATK Bekukan Rp 4 Miliar, Ungkap Skema Mirip Ponzi Berbalut Syariah