Anak 7 Tahun di Cibinong Akhirnya Selamat, Kail Pancing Berhasil Dilepas Damkar dari Telinganya

- Rabu, 05 November 2025 | 13:30 WIB
Anak 7 Tahun di Cibinong Akhirnya Selamat, Kail Pancing Berhasil Dilepas Damkar dari Telinganya
Anak 7 Tahun di Cibinong Ditolong Damkar Lepas Kail Pancing dari Telinga

Anak 7 Tahun di Cibinong Ditolong Damkar Lepas Kail Pancing dari Telinga

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun di Cibinong, Kabupaten Bogor, mendatangi kantor pemadam kebakaran (Damkar) untuk meminta pertolongan darurat. Ia meminta bantuan petugas Damkar untuk melepaskan kail pancing yang tersangkut di telinganya. Bagaimana kejadiannya?

Menurut Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, kejadian ini bermula ketika korban sedang memancing ikan di sebuah rawa dekat rumahnya pada hari Selasa. Saat melemparkan joran pancing, kail tersebut secara tidak sengaja mengenai dan tersangkut di telinga kirinya.

"Seorang anak dilaporkan mengalami insiden tidak terduga pada saat memancing di sekitar area pemukiman. Saat korban mengayunkan joran pancing, kail pancing secara tidak sengaja tersangkut di telinga bagian kiri anak tersebut," jelas Yudi Santosa pada hari Rabu.

Korban kemudian datang bersama ibunya ke kantor Dinas Damkar yang berlokasi di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk meminta bantuan pelepasan kail pancing tersebut.

"Melihat situasi itu, keluarga korban segera mendatangi Mako Cibinong dan meminta bantuan kepada tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan pertolongan dan evakuasi agar kail pancing dapat dilepaskan dengan aman," tambah Yudi.

Akibat kejadian ini, anak tersebut mengalami luka di telinga dan merasa kesakitan.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim rescue Damkar dengan menggunakan peralatan khusus. Penanganan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit sebelum kail pancing yang tersangkut di telinga korban akhirnya berhasil dilepaskan dengan selamat.

"Kail pancing yang tersangkut di telinga anak berhasil dievakuasi. Evakuasi dilakukan selama 30 menit," pungkas Yudi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar