Hari ini, Kamis (15/1/2026), pasar modal Indonesia kembali ramai dengan aktivitas pembagian dividen. Tak tanggung-tanggung, ada empat emiten yang secara bersamaan mencairkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025. Bursa Efek Indonesia mencatat momen ini sebagai salah satu hari dengan realisasi dividen yang cukup signifikan.
Nilai yang dibagikan pun bervariasi, dengan selisih yang cukup jauh antara yang terbesar dan terkecil. Di puncak daftar, tentu saja ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Raksasa perbankan ini membagikan dividen interim yang jumlahnya fantastis: Rp20,6 triliun. Kalau dirinci per saham, nilainya sekitar Rp137.
Di sisi lain, ada juga emiten yang membagikan dividen dengan nilai lebih kecil, meski tetap dinanti para investor. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencairkan dana sebesar Rp23,25 miliar, atau setara Rp4,4 untuk setiap lembar saham.
Lalu, siapa saja lagi yang ikut membagikan keuntungan hari ini?
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tak ketinggalan. Perusahaan ini mengalokasikan dana dividen tunai interim sebesar USD250 juta. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs yang mereka tetapkan, Rp16.720 per dolar AS, jumlahnya mencapai sekitar Rp4,18 triliun. Dividen ini akan dibagikan untuk sekitar 28,8 miliar saham yang beredar.
Selanjutnya, ada PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Nilai yang dibagikan BSSR adalah USD20 juta. Dengan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia, realisasinya sekitar Rp333,38 miliar. Per sahamnya, investor akan menerima USD127,41.
Secara keseluruhan, hari ini menjadi bukti bahwa sejumlah emiten besar tetap memiliki kinerja yang cukup solid untuk membagikan hasil di tengah tahun. Aktivitas seperti ini tentu menyegarkan suasana pasar dan memberi sinyal positif bagi para pemegang saham.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
IHSG Menguat, Namun MSIN dan APIC Anjlok Lebih dari 20% dalam Seminggu
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Buyback Melonjak Lebih Tinggi
SINI Gelar Rights Issue Rp3,6 Triliun untuk Akuisisi Tambang Batu Bara
IHSG Naik 2,35%, Saham DEFI dan WBSA Melonjak Lebih dari 200%