Pagi ini, IHSG buka dengan sentuhan optimis. Tepat di hari Kamis, 15 Januari 2026, indeks saham utama kita melonjak 39,72 poin atau hampir satu persen, mengukir posisi di 9.072,30. Sebuah awal yang cukup menggembirakan, apalagi jelang akhir pekan panjang.
Suasana pasar terlihat cukup hidup. Dari sekian banyak saham yang bergerak, mayoritas justru catatkan penguatan. Tercatat 310 saham naik, meski di sisi lain ada 190 yang melemah. Sementara itu, tak kurang dari 465 emiten lainnya cenderung datar, tak banyak bergerak.
Kalau dilihat dari aktivitasnya, volume perdagangan mencapai 2,449 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp1,79 triliun. Itu terjadi dalam frekuensi yang cukup sibuk, hampir 200 ribu kali perdagangan. Alhasil, kapitalisasi pasar pun terdongkrak ke level Rp16.464 triliun.
Secara sektoral, peta hijau mendominasi lantaran. Namun begitu, tidak semua sektor ikut merayakan. Ada beberapa yang justru tertekan, yaitu teknologi, transportasi, properti, dan infrastruktur. Mereka jadi pengecualian di tengah euforia pagi ini.
Nah, soal saham papan atas, ada beberapa nama yang kinerjanya benar-benar moncer. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) jadi pemuncak dengan kenaikan fantastis 24,92% ke level Rp4.010. Disusul oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIML) yang melesat 24,71% ke Rp318. Tak ketinggalan, PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) juga meroket 24,58% menuju Rp735.
Di sisi lain, tentu ada saham-saham yang terpuruk. PT Danareksa Investment Management Tbk (XDIF) misalnya, anjlok 14,73% ke Rp434. PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) ikut merosot 12,65% ke Rp145. Lalu, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Tbk (XBLQ) menyusul dengan pelemahan 9,42% ke posisi Rp481.
Begitulah sekilas gambaran bursa pagi ini. Semua mata kini tertuju, apakah penguatan ini bisa bertahan hingga penutupan nanti.
Artikel Terkait
BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan
CIMB Niaga Bagikan Dividen Tunai Rp4,07 Triliun pada Mei 2026
Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia
ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2