Ia menambahkan, di sektor teknologi, sedang terjadi rotasi. Uang mengalir keluar dari saham-saham megacap yang harganya sudah mahal, menuju saham bernilai dan sektor yang dianggap lebih aman.
Kekhawatiran lain yang membayangi perbankan adalah rencana kebijakan Presiden Donald Trump. Isunya, Trump berencana membatasi suku bunga kartu kredit. Kalau jadi, kebijakan itu berpotensi memangkas profitabilitas bank dan mempersempit ruang gerak bisnis mereka. Padahal, sektor keuangan sebelumnya sempat menguat cukup bagus sepanjang 2025.
Di sisi lain, ada juga berita yang membuat sejumlah saham teknologi khususnya di bidang keamanan siber tertekan. Broadcom, Palo Alto Networks, dan Fortinet melemah setelah ada laporan bahwa otoritas China memerintahkan perusahaan domestiknya untuk berhenti menggunakan perangkat lunak dari sekitar selusin perusahaan AS dan Israel.
Namun begitu, tidak semua sektor terpuruk. Sektor defensif seperti consumer staples justru menguat. Indeks saham kecil Russell 2000 juga masih bertahan di zona hijau, melanjutkan kinerja unggulannya tahun ini. Sektor energi sempat bergerak naik di awal perdagangan, didorong kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran. Tapi, minyak kemudian melemah lagi setelah Presiden Trump menyatakan bahwa situasi di Iran mulai mereda.
Jadi, Rabu kemarin benar-benar hari di mana investor memilih untuk bermain aman. Mereka sepertinya sedang menimbang-nimbang banyak hal: dari laporan laba yang kurang menggigit, sampai dengan berbagai isu kebijakan yang masih menggantung.
Artikel Terkait
IHSG Melaju, Rupiah Menguat di Tengah Sentimen Asia yang Beragam
BRI Bagikan Dividen Rp20,6 Triliun, Pemerintah Kantongi Rp11 Triliun
Analis MNC Sekuritas Soroti Empat Saham Andalan Usai IHSG Sentuh Level 9.032
Fore Coffee Habiskan Rp101 Miliar dari Dana IPO untuk Ekspansi Gerai