Di kawasan ramai Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, terselip sebuah toko kopi yang usianya sungguh luar biasa. Sudah berdiri sejak 1943, usianya bahkan mengalahkan Republik Indonesia. Itulah Toko Kopi Bis Kota, sebuah legenda lokal yang bertahan dari zaman ke zaman.
Dede, pria 55 tahun yang kini mengelola toko, adalah keturunan ketiga dari sang pendiri. Bagi dia, melanjutkan bisnis keluarga ini bukan sekadar pilihan, tapi sebuah tanggung jawab. "Ya karena saya turunan, sayang lah kalau berhenti," ujarnya. "Sudah lama banget, ya dilanjutin saja," tambah Dede saat kami berbincang di tokonya yang sederhana, Selasa lalu.
Nama asli tempat ini sebenarnya Toko Sedap Djaja (Wong Hin). Tapi, sebutan Toko Kopi Bis Kota justru lebih melekat di benak pelanggan. Alasannya sederhana: merek kopi andalan mereka ya "Bis Kota" itu sendiri.
Berbicara soal kopi, toko ini punya beberapa jenis utama. Ada Robusta, WB, dan Arabika. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram. Asal biji kopinya pun beragam, merambah dari Lampung, Temanggung, sampai Flores. Jadi, rasanya seperti menyimpan petualangan Nusantara dalam setiap kemasannya.
Nah, soal kemasan, ini salah satu hal unik yang langsung menarik perhatian. Di era dimana segala serba plastik dan modern, Bis Kota justru setia pada bungkus kertas. Modelnya klasik, beraroma nostalgia, dan sepertinya menjadi bagian dari cerita yang mereka jual.
Artikel Terkait
Tjokro Group Lepas Rp158,57 Miliar untuk Kendali Penuh GPSO
Mentan Ajukan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Pasca Banjir Bandang Sumatera
Ormat Geothermal Kantongi Wilayah Kerja Panas Bumi Telaga Ranu
IHSG Sentuh Rekor Baru, Saham-saham Siklikal Pimpin Pesta di Bursa