Bolsonaro Divonis 27 Tahun Bui, AS Sindir Perburuan Penyihir

- Minggu, 23 November 2025 | 22:20 WIB
Bolsonaro Divonis 27 Tahun Bui, AS Sindir Perburuan Penyihir
Berita Politik

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro akhirnya dihukum. Vonisnya berat: 27 tahun penjara. Ini terkait kasus rencana kudeta yang mengguncang negara itu.

Yang menarik, di tengah proses hukumnya, Bolsonaro sempat merusak gelang pemantau elektronik yang melilit kakinya. Alasannya? Cuma karena 'rasa ingin tahu'. Alasan yang terdengar sederhana untuk sebuah tindakan yang cukup serius.

Menurut AFP, pada Jumat (12/9/2025), sidang berjalan alot. Hakim akhirnya memutuskan dengan suara 4-1 untuk menjatuhkan hukuman tersebut. Rencana penggulingan pemerintah Luiz InĂ¡cio Lula da Silva pasca-kekalahan Bolsonaro di Pilpres Oktober 2022 menjadi dasar utama vonis. Meski begitu, pintu banding masih terbuka lebar baginya.

Di sisi lain, respons dari Amerika Serikat datang cukup cepat. Menteri Luar Negeri mereka, Marco Rubio, langsung bersuara. Ia menyebut vonis ini sebagai "perburuan penyihir" yang penuh muatan politik.

Amerika Serikat "akan merespons dengan semestinya" atas apa yang terjadi.

Tak hanya pemerintah AS, Donald Trump juga angkat bicara. Mantan presiden AS yang kerap dijuluki memiliki kemiripan dengan Bolsonaro ini merasa gerah. Ia bahkan sudah mengenakan tarif tinggi terhadap Brasil sebagai bentuk protes jauh sebelum vonis ini jatuh.

"Itu sangat mirip dengan yang mereka coba lakukan terhadap saya, tetapi mereka sama sekali tidak lolos," ujar Trump kepada para wartawan. Ia dengan tegas menyebut Bolsonaro sebagai orang baik.

Proses di Mahkamah Agung sendiri sebenarnya sudah mengumpulkan tiga suara mayoritas yang dibutuhkan. Tapi, putusan baru benar-benar menguat setelah hakim kelima, Cristiano Zanin, mengeluarkan pendapatnya. Zanin bukan orang baru ia adalah mantan pengacara Lula.

"Sebuah organisasi kriminal bersenjata dibentuk oleh para terdakwa, yang harus dihukum berdasarkan keadaan faktual yang saya anggap terbukti," tegas Zanin.

Tak sendirian, tujuh terdakwa lain juga ikut merasakan beratnya vonis. Mereka adalah para mantan menteri dan pimpinan militer yang terlibat. Babak baru perpolitikan Brasil pun kembali bergejolak.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar