Rinciannya begini. Untuk belanja kapal, PSAT menggelontorkan Rp175 miliar. Dana itu dipakai membeli dua unit kapal jenis bulk carrier, masing-masing berkapasitas 50 ribu DWT. Nama kedua kapal baru itu adalah Pancaran Glory, yang dibeli dengan harga Rp88,5 miliar, dan Pancaran Victory seharga Rp86,5 miliar.
Kehadiran dua kapal baru ini tentu memperkuat posisi armada mereka. Sebelum IPO, PSAT hanya mengoperasikan dua kapal sejenis, yaitu Pancaran I5505 dan Pancaran Liberty. Jadi, dengan tambahan ini, kekuatan armada mereka praktis bertambah dua kali lipat.
Dengan demikian, penggunaan dana IPO itu sudah sesuai dengan rencana awal yang tercantum dalam prospektus. Tak ada yang mengendap atau dialihkan untuk keperluan lain. Semua berjalan sesuai peta yang sudah digariskan dari awal.
Artikel Terkait
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Emiten, Direksi, Auditor, dan Penjamin Emisi
CLEO Rampungkan Tiga Pabrik Baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar
RALS Alihkan 203,5 Juta Saham Treasuri ke Perusahaan Induk pada 2026