Program cetak sawah di Papua bakal diperluas. Kabar ini datang dari Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang menyebut ekspansi ini sebagai langkah konkret untuk mengamankan pasokan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada kiriman dari luar daerah.
“Kementerian Pertanian mulai mencetak sawah di Papua, tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi di kabupaten-kabupaten,”
kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Senin lalu.
Jadi, nantinya kegiatan tak lagi terpusat di satu titik. Ia bilang, pemerintah daerah sudah dilibatkan dalam pembahasan ini. Fokusnya jelas: bikin produksi pangan di tanah Papua sendiri jadi lebih kuat. Itu solusi jangka panjang yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Menurut Sudaryono, usulan datang dari bawah. Artinya, masing-masing kabupaten yang mengajukan kebutuhan dan luas lahannya. Makanya, angkanya pun beragam.
“Ada kabupaten yang mengusulkan 3.000 hektare, ada yang 5.000 hektare, bahkan hingga 10.000 hektare. Itu mengikuti usulan dari pemerintah kabupaten,”
ungkapnya.
Di sisi lain, ia mencoba menjawab persoalan mahalnya harga kebutuhan pokok di sana. Menurut penilaiannya, biaya transportasi dan distribusi yang membengkaklah biang keroknya, bukan ada permainan harga dari oknum tertentu.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Autopedia Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp20 Miliar untuk Program MESOP
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar