Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan kontribusi banknya adalah wujud komitmen nyata mendukung pemulihan pascabencana.
"Semoga masyarakat terdampak bisa menempati Huntara dengan nyaman dan aman. Harapannya, ini jadi jembatan penting menuju hunian permanen dan pemulihan ekonomi," ujar Dhanny.
Hingga 9 Januari, catatan BRI Group cukup panjang. Mereka telah menjalankan 60 aksi tanggap darurat di Sumatera, didukung 10 posko bencana. Bantuan yang digelontorkan beragam: mulai dari 6.500 paket makanan siap santap, ratusan ribu paket sembako, hingga kasur, selimut, dan yang tak kalah vital, pembiayaan untuk Huntara itu sendiri.
Mereka juga memikirkan hal-hal mendasar seperti kesehatan dan sanitasi. Distribusi 33 truk air bersih, ribuan paket obat dan hygiene kit, serta perahu karet untuk menjangkau daerah terisolasi akibat banjir, menjadi bagian dari upaya itu. Secara total, program ini telah menyentuh kehidupan 125 ribu lebih penerima manfaat.
Di sisi lain, posko-posko bencana yang didirikan BRI tidak sekadar tempat logistik. Layanan kesehatan dasar, dapur umum, dan program Trauma Healing Anak berjalan rutin di sana. Kolaborasi dengan mitra komunitas diharapkan bisa membuat posko itu menjadi pusat pemulihan terpadu, terutama bagi anak-anak, di masa-masa sulit pascabencana.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis, Saham MSKY dan APLN Melonjak di Tengah Aksi Jual Sektor Infrastruktur
Pemerintah Tegaskan Ekspor Kelapa Tak Dikenakan Moratorium
Eksportir dan Perbankan Dituntut Lincah Hadapi Gejolak Perdagangan Global
Rupiah Terperosok Lagi, Sentimen Domestik Jadi Beban Berat