Menanggapi hal itu, Purbaya sebenarnya tak melihat masalah dari sisi anggaran. Masalahnya, ia belum sempat mengomunikasikannya langsung ke pimpinan tertinggi. “Dan saya sudah bilang waktu itu akan kita ini ya, kan saya hanya belum berani ngomong ke Presiden nih. Tapi ini kan dananya udah ada nih. Jadi dana bukan kendala,” ungkapnya.
Dengan nada sedikit berseloroh, Purbaya lalu menunjuk Sufmi Dasco Ahmad yang kebetulan hadir. Menurutnya, sang ketua DPR punya akses lebih cepat ke Presiden. “Mendingan Pak Dasco yang telepon,” katanya.
Dan benar saja. Dasco segera menelepon Prabowo, membuat rapat sempat terhenti sebentar. Hasilnya? Positif.
Usai menutup telepon, Purbaya langsung menyampaikan kabar gembira itu kepada seluruh peserta rapat. “Barusan Pak Ketua (Dasco) sudah telepon dan Pak Presiden bilang setuju. Jadi aman anda semuanya.”
“Jadi clear, jadi untuk tahun ini anggaran anda akan penuh seperti tahun lalu, tidak dipotong. Jadi dapat Rp 1,7 (triliun) kalau enggak salah,” tambahnya, melengkapi penjelasan.
Langkah cepat Dasco menghubungi presiden di sela rapat itu punya latar belakang. Sebelumnya, ia memang secara khusus menelpon Prabowo untuk meminta persetujuan terkait nasib anggaran Aceh, sebagai bagian dari tugas satgas penanggulangan bencana yang dipimpinnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam