Sayangnya, tren positif itu tak berlanjut ke komoditas energi lainnya. Harga batu bara, misalnya, tercatat turun tipis 0,33 persen menjadi USD 106.90 per ton di bursa ICE Newcastle.
Pasar logam dasar juga terlihat suram. Nikel menjadi yang terpuruk, harganya di LME terjun bebas 3,40 persen ke level USD 17.895. Sentimen negatif ini sepertinya menular. Timah pun ikut-ikutan melemah, meski tak sedrastis nikel, dengan penurunan 0,46 persen menjadi USD 44.323 per ton.
Jadi, Rabu kemarin benar-benar hari yang beragam. Di satu sisi ada CPO yang merangkak naik, di sisi lain mayoritas komoditas lain masih terjebak dalam tekanan penawaran dan sentimen politik yang tak menentu.
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025