Pagi ini, IHSG kembali menunjukkan taringnya. Indeks dibuka menguat di angka 8.959,09, Rabu (7/1/2025). Tak berhenti di situ, semangat beli yang kuat bahkan mendorongnya menyentuh level tertinggi sepanjang masa, tepat di 8.970,87, di tengah sesi perdagangan. Rekor baru itu benar-benar mencuri perhatian.
Pergerakannya didukung volume yang cukup sibuk. Catat saja, sekitar 4,79 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,89 triliun. Frekuensinya pun tinggi, nyaris 360 ribu kali perdagangan terjadi. Dari papan pencatatan, mayoritas saham bergerak positif: 311 saham menguat, meski diikuti 235 saham yang melemah dan 412 lainnya stagnan.
Kalau dilihat per sektor, penguatan paling gemilang datang dari barang baku. Sektor ini melesat 1,91 persen. Energi juga tak mau kalah, naik 0,96 persen, sementara industri menyusul dengan kenaikan 0,72 persen. Di sisi lain, sektor-sektor seperti non-primer, keuangan, dan properti juga masih terpantau hijau, meski mungkin tak secemerlang tiga pemimpin tadi.
Namun begitu, tidak semua sektor ikut merayakan kenaikan ini. Tekanan justru terasa di sektor infrastruktur yang anjlok 0,72 persen. Transportasi dan primer pun ikut terseret koreksi tipis, masing-masing 0,22 persen. Sektor kesehatan juga terlihat lesu, berkutat di zona merah meski penurunannya tak dalam.
Nah, untuk saham-saham individual, ada beberapa nama yang kinerjanya luar biasa. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) jadi primadona dengan lonjakan fantastis 24,78 persen. Posisi runner-up diisi PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) yang naik 24,39 persen, dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang menguat 20,51 persen.
Tapi tentu, di balik pesta kenaikan, selalu ada yang terpuruk. Danareksa Investment Management (XDIF) tercatat sebagai top loser dengan penurunan hampir 15 persen, tepatnya 14,98 persen. Dua produk dari Indopremier, yaitu XISC dan XISB, juga ikut terperosok dengan pelemahan di atas 13 persen.
Pasar hari ini jelas milik para pembeli. Rekor intraday tercipta, sentimen positif masih mengalir, meski tetap perlu waspada pada sektor-sektor yang masih tertatih.
Artikel Terkait
AMOR Cairkan Dividen Interim Tahap II Rp28,6 Miliar, Yield 3,51%
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan