Harga Emas Melambung, Pedagang di Lapangan Hadapi Dua Sisi Berbeda

- Selasa, 06 Januari 2026 | 09:30 WIB
Harga Emas Melambung, Pedagang di Lapangan Hadapi Dua Sisi Berbeda

Keterbatasan stok ini, ditambah sulitnya beli langsung di Antam, akhirnya mendongkrak harga jualnya di pasaran. Saat harga acuan Antam Rp 2.515.000 per gram, Ridwan menjualnya hingga Rp 2.880.000. Selisih yang cukup signifikan.

“Kenapa? satu ketersediaan barang, satu memang stok di Antamnya (terbatas) kalau mau beli sendiri di Antam agak susah, harus antre, dan barangnya terbatas. Makannya harga di pasaran lebih tinggi,” jelasnya.

Dari pengamatannya, pembeli di tokonya cukup beragam, meski didominasi mereka yang berusia 30 tahun ke atas. Kelompok ini, katanya, sudah lebih melek investasi dan paham prospek jangka panjang logam mulia.

Namun begitu, cerita di lapangan tak seragam. Di toko sebelah, tepatnya di Anugerah Berlian, Daniel justru merasakan suasana yang berbeda. Tokonya yang menjual emas perhiasan dan batangan itu tak terlalu ramai pembeli, meski harga meroket.

“Kalau penjualan, enggak terlalu ramai sih. Kenaikannya memang tinggi ya, tapi kebanyakan jatuhnya ikut-ikut FOMO aja sih masyarakat. Kalau yang nyari banyak tapi stok kan kosong,” kata Daniel.

Meski penjualan emas batangannya tak meledak, Daniel punya pandangan lain. Ia yakin kenaikan harga ini lama-lama akan mengalihkan minat orang ke emas batangan. Sementara untuk emas perhiasan, bisnisnya tetap stabil, banyak dibutuhkan untuk keperluan seperti mahar.

Jadi, meski harganya sama-sama naik, realitas di dua toko itu menunjukkan bahwa respons pasar bisa tak seragam. Semuanya tergantung pada siapa pembelinya, dan tentu saja, ketersediaan stok yang ternyata jadi masalah utama.


Halaman:

Komentar