Pertemuan di Istana Negara pada Senin lalu ternyata membahas hal yang cukup krusial. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Topik utamanya? Negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat yang lagi panas-panasnya.
Rapat itu juga dihadiri oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Intens banget pokoknya.
“Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro juga progres perundingan AS,” ujar Airlangga usai pertemuan.
Ia menambahkan, “Mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retreat.”
Nah, soal perundingan dengan AS itu, rupanya belum benar-benar final. Masih ada satu babak lagi. Airlangga mengungkapkan bahwa pembahasan detail akan dilanjutkan antara tanggal 12 sampai 19 Januari 2025 mendatang. Ini tahap terakhir, soal perumusan teknis hukum atau legal drafting. Baru setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump bisa duduk bersama untuk menandatangani kesepakatan.
“Rencana demikian (Prabowo dan Trump tanda tangan). Masih ada pembahasan lagi itu (tanggal) 12- 19. Itu legal drafting detail,” jelasnya.
Target Penandatanganan: Akhir Januari 2026
Sebenarnya, dari sisi substansi, perjanjian dagang timbal balik atau Agreement Reciprocal Trade (ART) itu sudah disepakati kedua belah pihak. Indonesia dan AS sama-sama setuju. Tinggal urusan teknis administratif yang perlu diselesaikan.
“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini (2026) akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” kata Airlangga dalam sebuah konferensi pers daring akhir Desember lalu.
Untuk acara puncaknya, Prabowo rencananya akan terbang langsung ke Washington DC. Hanya saja, waktu pastinya masih menunggu jadwal dari pihak pemerintah Amerika, kapan Trump bisa menyambutnya. Jadi, semua sudah di ujung tanduk, tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Tempo Scan Bagikan Dividen Rp676,48 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming