Surplus lagi. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data perdagangan untuk November 2025, dan hasilnya masih positif. Tercatat, neraca perdagangan Indonesia kala itu surplus USD 2,66 miliar.
Ini bukan pencapaian sekali dua kali. Menurut catatan BPS, kita sudah menikmati tren surplus ini selama 67 bulan berturut-turut. Atau kalau dihitung, sejak Mei 2020 lalu. Rentang waktu yang cukup panjang, bukan?
Pernyataan resmi datang dari Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Kantor Pusat BPS, Senin (5/1).
"Pada November 2025 neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar USD 2,66 miliar," ujarnya.
Namun begitu, kalau kita selami lebih dalam, ada dinamika menarik di balik angka surplus itu. Di sisi ekspor, misalnya, justru terjadi penurunan.
Nilai ekspor kita pada November 2025 tercatat USD 22,52 miliar. Angka itu turun 6,60 persen dibandingkan capaian di bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai USD 24,11 miliar. Penurunan ini terjadi baik di sektor nonmigas maupun migas.
Ekspor nonmigas anjlok 5,09 persen menjadi USD 21,64 miliar. Sementara ekspor migas malah terpukul lebih dalam, merosot tajam 32,88 persen menjadi hanya USD 0,88 miliar.
Artikel Terkait
Komisaris PT Panca Mitra Mundur, Kesibukan Luar Jadi Alasan
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal