Dalam acara retreat menteri di Hambalang, Bogor, Selasa malam kemarin, Badan Pengelola Investasi Danantara memberikan laporan terkini soal proyek Kompleks Haji di Makkah kepada Presiden Prabowo Subianto. Proyek ambisius ini terus bergerak, dengan dua strategi utama yang dijalankan bersamaan.
Di satu sisi, Danantara menguatkan fondasi lewat pengembangan Kawasan Thakher. Di sisi lain, mereka juga ikut serta dalam proses lelang yang dijalankan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). Tujuannya jelas: menjajaki peluang lain di sekitar Masjidil Haram.
Menurut Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, Thakher dipilih sebagai titik awal karena asetnya sudah ada. “Kami membangun Kompleks Haji secara bertahap,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1).
“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan. Sementara itu, kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah.”
Saai ini, kawasan itu sudah punya Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar. Belum lagi sekitar 4,4 hektar lahan yang siap dibangun, letaknya cuma 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Ada kurang lebih 14 plot lahan yang menunggu untuk dikembangkan jadi area komersial dan pusat layanan.
Rencananya, kawasan ini akan bertahap punya sekitar 6.000 kamar. Itu bisa menampung sekitar 22.000 jemaah atau setara 10 persen dari total jemaah haji Indonesia per tahun. Tapi, ini bukan cuma soal kamar tidur.
Artikel Terkait
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi
Analis HSBC Proyeksikan Emas Tembus USD 5.000 pada Awal 2026
Dari Teras Rumah Hingga Naik Kelas: Kisah AO PNM yang Mengubah Rasa Takut Jadi Kepercayaan