Dion punya alasan tersendiri kenapa saat ini tepat untuk mencari pinjaman. Kondisi pasar yang sedang berada di era suku bunga rendah jadi pertimbangan utama. Dengan begitu, perusahaan bisa dapatkan bunga yang bersaing. Likuiditas bertambah, tapi beban bunganya tidak akan terlalu membebani.
Kondisi keuangan Geoprima Solusi sendiri sebenarnya cukup lapang. Per akhir September 2025, liabilitasnya tercatat hanya Rp9,61 miliar. Angka itu jauh lebih kecil dibanding ekuitas perusahaan yang mencapai Rp41,43 miliar.
Di luar urusan pendanaan, Dion menegaskan transformasi bisnis sudah berjalan. Kehadiran manajemen baru diyakini akan membawa angin segar. Nantinya, pinjaman yang diperoleh bukan cuma untuk menambah kas, tapi lebih untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan ke depannya.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Negosiasi Damai di Timur Tengah
BSA Logistics Resmi IPO, Kumpulkan Rp304 Miliar untuk Akuisisi
Presiden Prabowo Serukan Hemat Energi dan Transisi ke Listrik Meski SDA Melimpah
Komisaris Utama TOBA Bacelius Ruru Mundur untuk Regenerasi