IHSG masih bergerak di zona hijau, ditutup menguat 1,17 persen ke level 8.748 kemarin. Trennya masih didominasi pembelian, dan target minimal penguatan sudah tercapai. Nah, untuk hari ini, analis memproyeksikan indeks berpeluang melanjutkan kenaikan, menguji rentang 8.776 hingga 8.905.
Tapi jangan terlalu euforia dulu.
Menurut riset MNC Sekuritas yang dirilis Senin (5/1/2026), ada dua skenario lain yang perlu diwaspadai. Dalam skenario hitam dan merah, IHSG dinilai masih rentan terkoreksi terlebih dahulu sebelum benar-benar melanjutkan rally. Jadi, situasinya belum sepenuhnya cerah.
Dari sisi level teknis, support kunci berada di 8.584 dan 8.525. Sementara itu, resistance yang harus ditembus ada di 8.776 dan 8.822.
Lalu, saham apa yang patut dilirik hari ini? MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi.
Pertama, ARCI. Saham ini naik 1,54% ke Rp1.645 dengan volume beli masih mendominasi. Analis memperkirakan posisinya masih berada di bagian dari wave 4 dari wave (C). Strateginya adalah Buy on Weakness di kisaran Rp1.490-Rp1.575. Target harga ditetapkan di Rp1.775 dan Rp1.950, dengan stoploss di bawah Rp1.380.
Berbeda cerita dengan CMRY. Saham ini justru terkoreksi 1,77% ke Rp5.550 dan tekanan jual mulai muncul. Diperkirakan, CMRY sedang berada di awal wave 5. Rekomendasinya Spec Buy di area Rp5.425-Rp5.525. Targetnya Rp5.925 dan Rp6.300, stoploss di bawah Rp5.325.
GOTO kemarin jadi salah satu pemain panas, melesat 7,81% ke Rp69. Penguatannya didukung volume beli yang membesar dan berhasil menembus MA20. Selama harga bisa bertahan di atas Rp64, analis melihat potensi pembentukan awal wave [iii] dari wave C. Rekomendasi: Buy on Weakness di Rp65-Rp68. Target Rp71 dan Rp73, dengan stoploss ketat di bawah Rp64.
Terakhir, EMAS. Saham ini menguat 1,35% ke Rp5.625 dengan dominasi pembelian. Kunci utamanya adalah level Rp5.275; selama tak tembus di bawah sana, posisi EMAS diperkirakan sedang di awal wave [5] dari {C}. Beli di kelemahan (Rp5.475-Rp5.600). Target harga cukup menjanjikan: Rp6.100 dan Rp6.400. Stoploss-nya di bawah Rp5.275.
Semua rekomendasi itu tentu punya risikonya masing-masing. Pasar bisa berubah arah kapan saja, jadi bijaklah dalam mengambil keputusan.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil