tulis manajemen dalam keterangannya.
Menyikapi hal itu, Vale memilih jalan patuh. Mereka akan menghentikan sementara semua kegiatan operasi di wilayah IUPK-nya. Langkah ini diambil demi menjaga tata kelola perusahaan yang baik, sambil menunggu dokumen persetujuan itu turun secara resmi.
Di sisi lain, perusahaan tampaknya tak terlalu khawatir. Mereka optimis ini cuma soal waktu. Menurut manajemen, keterlambatan ini tidak akan mengganggu keberlanjutan operasi secara menyeluruh. Harapannya, RKAB 2026 bisa secepatnya disetujui.
Lalu bagaimana dampak keuangannya? Manajemen menegaskan, belum ada dampak material yang langsung terasa terhadap kondisi keuangan perusahaan saat ini. Vale juga berjanji akan menjaga stabilitas usaha dan keselamatan kerja. Komitmen untuk beroperasi sesuai aturan tetap jadi prioritas, meski aktivitas di lapangan untuk sementara terpaksa diam.
Artikel Terkait
Mantan Bos Angkasa Pura II Resmi Pimpin Jasa Raharja
PACK Siapkan Rights Issue Rp3,25 Triliun untuk Restrukturisasi dan Ekspansi
Samsung Kembali! Sambutan Hangat Pelanggan untuk HBM4 Jadi Modal Tempur di Era AI
VICI: Dari Sabun hingga Saham, Kisah Produsen Herborist yang Merambah Pasar Global