Di sisi lain, proses pergantiannya sendiri sudah di depan mata. Iman Rachman dan jajaran direksi saat ini akan segera menyelesaikan masa bakti empat tahun mereka.
Nah, sesuai agenda, BEI rencananya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juni mendatang. Pertemuan itu akan menentukan siapa yang bakal memimpin bursa untuk periode 2026-2030. Tentu saja, semua calon harus melalui penyaringan ketat fit and proper test oleh OJK.
Kriteria dari Menkeu ini jelas bukan sekadar wacana. Ia diharapkan bisa menjadi kompas bagi komite pemilihan dalam mencari kandidat. Targetnya besar: membawa pasar modal Indonesia melesat masuk jajaran 'Top 10 Bursa Dunia'.
Jadi, tantangan untuk penerus berikutnya sudah tergambar. Tidak mudah, tapi jelas mendesak.
Artikel Terkait
Operasi Tambang Vale Terhenti, Tunggu Izin ESDM untuk RKAB 2026
BUVA Meledak 2.718%, Saham Happy Hapsoro Borong Panggung Bursa 2025
Menteri Keuangan Purbaya Desak BNPB: Dana Rp 1,51 Triliun untuk Sumatera Jangan Sampai Hangus
Gempa Finansial Rp 400 Triliun: OJK Turun Tangan Atasi Dampak Banjir Aceh-Sumut-Sumbar