Namun begitu, ada tenggat waktu yang harus diperhatikan. Ia khawatir dana tersebut akan hangus dan justru mengurangi pagu anggaran di tahun 2026 nanti.
“Jadi saya nggak mau hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurang. Jadi kalau bisa dihabisin aja tahun ini,” tuturnya dalam sebuah Rapat Koordinasi Pemulihan Bencana Sumatera, seperti dikutip dari siaran YouTube TV Parlemen.
“Uangnya ada, tinggal dipercepat.”
Di sisi lain, Purbaya menekankan pentingnya koordinasi yang rapi. Seluruh proses pencairan anggaran untuk bencana Sumatera ini diminta untuk dikoordinasikan melalui BNPB sebagai satu-satunya pintu penyaluran. Menurutnya, mekanisme satu pintu ini krusial bukan cuma untuk akuntabilitas, tapi juga mempermudah pelacakan dan verifikasi penggunaan setiap rupiah.
Sebagai informasi, pemerintah sebenarnya sudah bergerak lebih dulu dengan menyalurkan dana darurat. Total Rp 268 miliar telah dikucurkan untuk tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota yang terdampak. Skemanya, Rp 4 miliar per kabupaten/kota dan Rp 20 miliar per provinsi. Dan dana itu, kata Purbaya, sudah disalurkan seluruhnya.
Sekarang, tinggal menunggu langkah cepat dari BNPB dan pihak terkait. Anggaran masih tersedia, perintah sudah diberikan. Yang dibutuhkan sekarang adalah eksekusi yang tepat dan tepat waktu.
Artikel Terkait
Operasi Tambang Vale Terhenti, Tunggu Izin ESDM untuk RKAB 2026
BUVA Meledak 2.718%, Saham Happy Hapsoro Borong Panggung Bursa 2025
Menkeu Purbaya Soroti Syarat Khusus untuk Calon Bos BEI Baru
Gempa Finansial Rp 400 Triliun: OJK Turun Tangan Atasi Dampak Banjir Aceh-Sumut-Sumbar