IHSG ditutup menguat di sesi pertama perdagangan hari Jumat. Kenaikannya cukup signifikan, yakni 77,965 poin atau setara 0,90 persen, sehingga indeks berada di posisi 8.724,903.
Sejak bel dibuka, pergerakan indeks memang sudah berada di zona hijau. Bahkan sempat menyentuh puncak harian di level 8.728,317. Tak heran, penutupan sesi I berhasil dipertahankan di kisaran itu.
Kalau lihat aktivitasnya, pasar cukup ramai. Nilai transaksi tercatat Rp 11,862 triliun dengan volume perdagangan mencapai 25,832 miliar saham. Frekuensinya pun tinggi, lebih dari 1,8 juta kali perdagangan terjadi.
Sentimen positif jelas mendominasi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 461 emiten catat penguatan. Sementara itu, yang melemah ada 219 dan 129 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar BEI pun terdongkrak, kini menyentuh angka Rp 16.020,041 triliun.
Nah, siapa saja penggeraknya? Beberapa saham tampil luar biasa dengan lonjakan yang fantastis.
Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) jadi yang terdepan, melesat 23,38 persen ke harga Rp 190.
Di belakangnya, ada Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) yang tak kalah perkasa, naik 20,93 persen ke level Rp 312.
Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) juga ikut meroket, menguat 20,16 persen ke Rp 298.
VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 20,12 persen, menembus angka Rp 1.015.
MNC Energy Investments Tbk (IATA) menutup daftar dengan kenaikan 19,44 persen ke Rp 172.
Bagaimana dengan bursa regional? Tampaknya ada variasi. Di satu sisi, Hang Seng Hong Kong melonjak cukup tajam, 2,18 persen. Straits Times Singapura juga menguat tipis.
Tapi di sisi lain, pasar seperti Jepang dan Shanghai justru terlihat datar-datar saja. Nikkei 225 stagnan, begitu pula dengan Shanghai Composite. Jadi, penguatan IHSG hari ini bisa dibilang cukup mandiri.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
Wall Street Mendekati Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Konflik Iran
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026