600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:12 WIB
600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan

Di sisi pendanaan, Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI ikut mengerahkan sumber dayanya.

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti kerja keras dan disiplin waktu yang ketat dalam proyek ini.

“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.

Menurut Dony, kunci keberhasilannya ada pada koordinasi yang solid antara Danantara, BUMN pelaksana, dan pemerintah daerah.

“Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa keterlibatan BRI adalah wujud komitmen nyata bank tersebut.

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana,” jelasnya.

Fasilitas pendukung di kawasan Huntara sendiri terbilang lengkap. Mulai dari toilet, sanitasi, hingga mushola disediakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga.

“Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen,” ujar Dhanny.

Sebelum proyek Huntara ini, sebenarnya BRI Group sudah lebih dulu aktif dalam aksi tanggap darurat di Sumatera. Mereka mendirikan puluhan posko dan menyalurkan bantuan seperti paket makanan, sembako, survival kit, hingga kasur dan selimut. Bantuan logistik dan kesehatan juga digelontorkan, termasuk distribusi air bersih, obat-obatan, dan perahu karet untuk daerah banjir. Secara total, program mereka telah menjangkau lebih dari 100 ribu orang.

Tak ketinggalan, posko-posko bencana BRI juga menyediakan layanan kesehatan, dapur umum, dan yang cukup menyentuh, program Trauma Healing Anak untuk membantu pemulihan psikologis korban termuda. Kehadiran posko ini diharapkan bisa menjadi titik terang bagi masyarakat di masa-masa sulit pascabencana.


Halaman:

Komentar