Di tengah kemeriahan perayaan Imlek Demokrat 2026, Susilo Bambang Yudhoyono membagikan cerita di balik salah satu lagu ciptaannya. Presiden keenam Republik Indonesia itu mengungkapkan, lagu berjudul ‘Hening’ ternyata terinspirasi oleh pengalamannya menikmati budaya Tionghoa.
Acara yang digelar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2) itu, menjadi saksi SBY bercerita dengan cukup detail. Ia mengenang sebuah perjalanan berlayar menyusuri Sungai Lijiang yang ia sebut “so wonderful”. Perjalanan empat jam pulang-pergi itu diiringi alunan musik bernuansa Mandarin yang mengendap dalam ingatannya.
“Dua tahun setelah kunjungan saya itu, tahun 2008, saya sedang berlibur di Istana Cipanas,” ujarnya.
“Tiba-tiba saja hati ini terasa digerakkan untuk mencipta. Ya, membuat lagu.”
Rasa rindu akan kenangan indah di Nanning dan Lijiang pun muncul. SBY lantas mengambil gitarnya. Di bagian belakang istana, dengan memetik senar, ia mencoba menangkap kembali momen-momen itu.
“Singkat kata, jadilah sebuah lagu. Saya beri nama ‘Hening’,” sambung Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
Namun begitu, ada hal menarik yang kemudian ia sadari. Awalnya, lagu itu ia ciptakan untuk menggambarkan pesona alam pedesaan Indonesia. Tapi tanpa disengaja, memori akan Nanning dan Lijiang ikut menyelinap masuk.
“Ternyata ada sentuhan nuansa kultur Mandarin di dalamnya. Because I remember,” katanya, menyelipkan bahasa Inggris secara natural.
Usai bercerita, SBY tak segan menunjukkan hasil karyanya. Ia langsung menyanyikan ‘Hening’ di hadapan para hadirin. Suara meriah tepuk tangan pun langsung memenuhi ruangan, menyambut penampilan spontan tersebut.
Artikel Terkait
Enam Warga Sesak Napus Akibat Asap Kebakaran di Kemayoran, Dievakuasi ke RS Hermina
Kebakaran di Permukiman Padat Kemayoran, 100 Personel Damkar Dikerahkan
Iran Tangguhkan Peran Mediasi Damai dengan AS sebagai Respons atas Invasi Israel ke Lebanon
10 Warga Keracunan Asap Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, Dilarikan ke RS