Di sisi lain, penjualan untuk kereta api lokal tampaknya punya cerita berbeda. Hingga pagi hari tanggal 25 Desember, baru terjual sekitar 422.891 tiket atau 56,8% dari kapasitas. Tapi jangan salah, angka ini diprediksi masih akan naik.
“Penjualan KA lokal memiliki karakteristik berbeda karena mayoritas pembelian tiket hanya dapat dilakukan H-7 sebelum keberangkatan. Oleh karena itu, angka penjualan KA lokal masih sangat dinamis dan berpotensi terus meningkat mendekati hari perjalanan,” jelas Anne.
Melihat pergerakan hariannya, arus penumpang memang menunjukkan grafik yang konsisten naik sejak periode angkutan dibuka. Dari 157 ribu penumpang di hari pertama (18 Desember), jumlahnya melonjak jadi 233 ribu pada 23 Desember. Puncaknya terjadi sehari sebelum Natal, tepatnya 24 Desember, dengan 259.239 penumpang.
Setelah puncak arus mudik Natal itu, pergerakan penumpang diperkirakan akan bergerak dinamis. Masyarakat mungkin mulai berpencar untuk wisata atau malah bersiap untuk arus balik, yang biasanya memuncak lagi di penghujung liburan.
Nah, buat yang belum dapat tiket, jangan putus asa dulu. KAI masih membuka kesempatan, terutama melalui pembelian tiket di aplikasi Access by KAI. Perencanaan yang matang dan beli tiket lebih awal jelas akan membantu.
Ada kabar baik juga soal harga. Anne menuturkan, KAI memberikan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program diskon ini mencakup lebih dari 1,5 juta tempat duduk. Lumayan, kan?
Artikel Terkait
Bank Maspion Dapat Suntikan Dana Segar US$285 Juta dari Kasikornbank
Analis Prediksi Rupiah Sentuh Rp17.100 Pekan Depan Didorong Gejolak Timur Tengah
PT Pyridam Farma (PYFA) Investasi Rp111,2 Miliar untuk Tingkatkan Kepemilikan di Perusahaan Modal Ventura Singapura
Alfamart Catat Laba Bersih Rp3,41 Triliun di 2025 Didorong Ekspansi Luar Jawa