AI-RAN Research Center Surabaya: Kolaborasi IOH, Nokia, dan NVIDIA
Dunia digital terus berkembang pesat dan merambah semua aspek kehidupan. Media sosial, sebagai salah satu produknya, telah menjadi penghubung bagi masyarakat global untuk bertukar informasi. Peluang ini ditangkap oleh perusahaan teknologi untuk menciptakan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Tiga raksasa teknologi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA berkolaborasi mendirikan pusat penelitian AI-Radio Access Network (RAN) Research Center di Surabaya. Inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem digital yang mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk kemajuan infrastruktur telekomunikasi Indonesia.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa platform digitalisasi masa depan mereka dinamakan AI Grid. Platform ini menggabungkan konektivitas jaringan untuk menghadirkan kecerdasan digital baru dengan jaminan keamanan data. Harapannya, pengembangan ini dapat menjangkau daerah terpencil guna mendukung pendidikan dan pemerataan teknologi.
Pembangunan AI-RAN Research Center sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Program ini merupakan investasi strategis yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mempersiapkan generasi digital yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk memperkuat potensi digitalisasi hingga ke pelosok daerah. Program Garuda Spark Innovation Hub dari Kominfo menjadi wadah bagi inovator dan pengembang teknologi untuk berkreasi, sekaligus peluang kerja sama jangka panjang guna meningkatkan literasi digital masyarakat.
Laboratorium AI-RAN Research Center dilengkapi dengan beragam perangkat teknologi mutakhir dan dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk penyandang disabilitas. Bagi tunawicara, tersedia komputer khusus yang dapat dioperasikan menggunakan gerakan jari berdasarkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), memastikan inklusivitas dalam penelitian dan pengembangan teknologi.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok