Lantas, apa kendalanya? Masalah utamanya sederhana: jalur rel dari Cikarang menuju Cikampek dan Karawang itu belum terelektrifikasi. Itulah sebabnya KRL Jabodetabek belum bisa menjangkau dua wilayah industri penting itu. Padahal, permintaan masyarakat dipastikan akan sangat besar.
Di sisi lain, rencana untuk menangani masalah ini sebenarnya sudah ada di atas kertas. Proyek elektrifikasi untuk jalur sepanjang 40 kilometer dari Cikarang ke Cikampek itu sudah direncanakan. Saan menegaskan bahwa DPR RI akan mengawal dan mendorong percepatan realisasinya.
“Desainnya sudah ada, rencananya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan percepatan,” tegasnya.
Bagi Saan, ini bukan cuma sekadar proyek transportasi biasa. “Ini bukan sekadar proyek transportasi, tapi kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026