Hartadinata Abadi Siap Sambut Era Baru Emas, Meski Harga Tembus Rp2,37 Juta per Gram

- Senin, 22 Desember 2025 | 21:40 WIB
Hartadinata Abadi Siap Sambut Era Baru Emas, Meski Harga Tembus Rp2,37 Juta per Gram

Harga emas dunia baru saja mencatat level fantastis, menyentuh US$4.400 per troy ounce. Di tengah sorotan pada rekor ini, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) justru melihat jauh ke depan. Mereka menyambut tahun 2026 dengan optimisme yang tinggi.

Bagi banyak orang, emas cuma tempat berlindung saat kondisi ekonomi memburuk. Tapi Thendra Crisnanda, Direktur Investor Relations HRTA, punya pandangan berbeda. Menurutnya, terjadi pergeseran cara pandang yang signifikan.

“Kami melihat emas semakin diposisikan sebagai aset strategis jangka panjang, bukan hanya instrumen lindung nilai saat krisis,” ujar Thendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12/2025).
Permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor global menunjukkan hal itu. Apalagi di tengah meningkatnya tekanan utang dan ketidakpastian ekonomi global, peran emas jadi makin krusial.

Memang, angka-angkanya cukup mencengangkan. Per 22 Desember lalu, harga emas dunia ada di level Rp2,37 juta per gram naik hampir 5% dalam sebulan. Kenaikan ini tak lepas dari beberapa faktor kunci. The Fed memangkas suku bunga, real yield pun turun. Sementara itu, utang pemerintah AS terus membengkak dengan kecepatan yang mengkhawatirkan: US$1 triliun setiap 100 hari di paruh kedua 2025. Di sisi lain, Bank Indonesia memilih bertahan dengan suku bunga 4,75% demi menjaga stabilitas.

Lalu, ada kebijakan baru dari pemerintah Indonesia yang akan berlaku mulai 2026: pajak ekspor emas dengan tarif 7,5% sampai 15%. Tujuannya jelas, mendorong lebih banyak pemrosesan emas dilakukan di dalam negeri dan menguatkan industri pemurnian lokal.

Thendra menilai langkah pemerintah ini justru sejalan dengan strategi yang sudah lama dijalankan HRTA.

“Dorongan untuk meningkatkan pemrosesan emas di dalam negeri sejalan dengan kebutuhan industri saat ini,” tuturnya.
Dengan rantai pasok yang lebih kuat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Nilai tambah yang lebih besar pun bisa diciptakan di sini, di tanah air.

Untuk menyambut era hilirisasi ini, HRTA tak main-main dalam persiapan. Mereka telah meningkatkan kapasitas Fasilitas Refinery-nya hingga mampu mengolah 30 ton emas per tahun. Fakta menariknya, porsi ekspor perusahaan per kuartal III-2025 sangat kecil, hanya 0,39%. Artinya, fokus mereka memang sudah sangat domestik.

Pada hari yang sama, tepatnya pukul 14.09 WIB, harga HRTA Gold tercatat Rp2.490.000 per gram. Angka yang terus bergerak dinamis.

Menutup pembicaraan, Thendra menyampaikan keyakinannya. Dengan segala faktor pendukung yang ada, emas akan tetap relevan sebagai aset strategis.

“Fokus kami ke depan adalah memastikan kesiapan operasional dan ekosistem. Agar kita bisa menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan di tengah perubahan struktural industri emas,” pungkasnya.

Menyambut 2026, semuanya memang berkilauan. Tapi bagi HRTA, yang lebih penting adalah membangun fondasi yang kuat untuk kilau yang berkelanjutan.

Komentar