Pasar saham pekan ini punya cerita sendiri. Sektor perkapalan, misalnya, tampil luar biasa dengan sejumlah emitennya melesat tinggi. Kenaikannya cukup signifikan, benar-benar menarik perhatian.
Yang paling mencolok adalah BBRM. Sahamnya melonjak 62,39 persen, berakhir di Rp190. Tak kalah heboh, LEAD juga ikut meroket dengan kenaikan 55,42 persen ke posisi Rp129 per saham. Pergerakannya memang fantastis.
Di sisi lain, SOCI tak mau ketinggalan. Sahamnya naik hampir 43 persen, ditutup di Rp446. MBSS juga menunjukkan tren positif dengan penguatan 19,22 persen, mencapai level Rp2.140. Tampaknya, sentimen positif ini menyebar ke hampir semua emiten di sektor yang sama.
Beberapa saham lain juga ikut merasakan imbasnya, meski kenaikannya lebih moderat. WINS naik 9,87 persen ke Rp490, sementara RIGS menguat 9,33 persen ke Rp820. SMDR menguat 8,13 persen, dan TCPI mencatat kenaikan terkecil di antara rekan-rekannya, yaitu 7,59 persen ke Rp8.500 per lembar saham.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? William Hartanto, Founder WH Project, mencoba membaca situasi ini. Menurutnya, ada beberapa faktor yang berperan.
“Beberapa ada yang aksi korporasinya dianggap menarik oleh pasar, seperti SOCI yang menambah anak usahanya di Dubai dan Marshall Islands, atau SMDR yang menarik dari kinerja emiten. Sementara, sisanya lebih ke mengikuti momentum,” jelas William pada Jumat (19/12/2025).
Memang, ada beberapa kabar korporasi yang beredar. LEAD, contohnya, baru-baru ini mengumumkan penjualan dua unit kapal senilai USD8,35 juta. Dana hasilnya akan dipakai untuk bayar utang. Langkah ini mungkin dilihat pasar sebagai sesuatu yang positif untuk kesehatan keuangan perusahaan.
Namun begitu, tidak semua emiten mengonfirmasi ada kejadian khusus. BBRM secara resmi menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa mempengaruhi harga sahamnya. Manajemen menegaskan, semua rencana penting termasuk soal pembangunan kapal sudah disampaikan ke publik. Mereka juga menyebut tidak ada rencana aksi korporasi besar dalam tiga bulan ke depan.
Pernyataan serupa datang dari SMDR. Perusahaan itu menegaskan tidak ada informasi material baru yang belum diungkap, selain yang sudah dilaporkan ke OJK dan BEI. Mereka hanya mencatat, ada peningkatan pada Baltic Dry Index awal Desember indikator tarif angkutan laut global tapi menekankan bahwa hal itu tidak secara langsung terkait dengan kondisi spesifik perseroan.
Jadi, apakah rally ini akan berlanjut? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, investor perlu tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. Semua keputusan jual beli, tentu saja, sepenuhnya ada di tangan Anda.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025