Perubahan besar terjadi pada peta kepemilikan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY). Pada 17 Desember 2025 lalu, pengendali utamanya, Azara Alpina Sdn Bhd, melepas seluruh saham pengendaliannya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 12,7 miliar saham atau setara 50,57% dari perusahaan beralih tangan.
Transaksi senilai fantastis ini, yang mencapai sekitar Rp14 triliun dengan harga Rp1.100 per lembar saham, melibatkan sejumlah pemain lama. Penerima sahamnya adalah MDIH (Singapore) Pte Ltd, Suncoast Financial Investments Ltd, individu bernama Tan Yu Yeh, dan tentu saja, publik atau masyarakat.
Akibatnya, porsi Azara Alpina di MDIY pun menyusut drastis dari 50,57% menjadi nol. Di sisi lain, kepemilikan para penerima saham tersebut membengkak. MDIH (Singapore) Pte Ltd kini memegang 35,32%, naik dari sebelumnya 14,67%. Suncoast Financial melonjak ke 23,16% dari 7,19%. Sementara itu, kepemilikan langsung Tan Yu Yeh bertambah menjadi 14,07%, dan saham publik naik menjadi 17,82%.
Ini bukan kali pertama Azara Alpina melepas sahamnya. Menariknya, hanya beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Agustus 2025, mereka juga melakukan hal serupa. Saat itu, 8,8 miliar saham (35,14%) dilepas dengan harga sedikit lebih tinggi, Rp1.300 per saham, kepada pihak-pihak yang sama.
Lantas, apa arti semua pergerakan saham ini? Menurut Janina Maia, Head of Corporate Secretary MDIY, jangan dulu berasumsi ada pemain baru yang masuk.
“Transaksi pengalihan saham yang dilakukan di antara beberapa pemegang saham Perseroan bukan merupakan penjualan saham kepada pihak lain yang bukan pemegang saham secara langsung dan/atau tidak langsung dari Perseroan saat ini,”
Begitu penegasan Janina dalam keterbukaan informasi ke BEI, Rabu lalu. Intinya, ini cuma perpindahan saham di dalam lingkaran kepemilikan yang sudah ada.
Lebih lanjut dijelaskan, sosok di balik semua ini tetap sama. Tan Yu Yeh, baik yang memegang saham melalui MDIH (Singapore) Pte Ltd, Indosiam Pte Ltd, Sky Venture Ltd, maupun secara langsung, tetaplah orang yang memegang kendali sekaligus penerima manfaat akhir perusahaan.
Dengan kata lain, meski peta kepemilikannya terlihat berantakan, sang pengendali sejati tidak berubah. Perusahaan pun memastikan bahwa transaksi semacam ini tidak akan menggangu operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan bisnis MDIY ke depannya. Semua berjalan sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
Krakatau Osaka Steel Tutup Produksi Akhir April, Kalah Saing Lawan Banjir Baja Impor Murah
KOKA Raih Kontrak Konstruksi Silo Alumina Rp31,3 Miliar dari Anak Usaha ADMR
AEP Nusantara Holdings Kuasai 98,26% Saham Pinago Utama, Wajib Lakukan Tender Wajib
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan