Jadi, meski nilai transaksi naik, ternyata frekuensi jual-beli justru berkurang. Pola yang menarik, bukan?
Di sisi lain, volume transaksi harian malah turun lebih dalam. Angkanya anjlok 20,80 persen, hanya tersisa 47 miliar saham yang diperdagangkan. Padahal pekan sebelumnya volume masih mencapai 59,35 miliar saham.
Bagaimana dengan investor asing? Mereka mencatatkan pembelian bersih senilai Rp2,67 triliun selama pekan ini. Tapi kalau dilihat dari kaca mata yang lebih panjang, sepanjang 2025 ini mereka justru lebih banyak melepas. Akumulasi penjualan bersih mereka telah mencapai Rp22,39 triliun.
Secara keseluruhan, pekan lalu di BEI adalah gambaran tentang kontras: nilai transaksi menguat, tapi frekuensi dan volume justru melemah. Sebuah dinamika pasar yang kompleks di penghujung tahun.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi