Ia menambahkan, peran BSI saat ini lebih dari sekadar donor. Bank ini juga diamanahkan untuk mengoordinir bantuan yang masuk ke Aceh. "Kami bersama pemda, institusi terkait, dan berbagai pihak berkolaborasi. Intinya, sinergi untuk memastikan bantuan tepat sasaran," jelas Anton.
Di sisi lain, dari ranah layanan perbankan, kondisi mulai pulih. Sebanyak 140 kantor cabang BSI di Aceh sudah beroperasi normal. Angkanya mencapai 97% dari total jaringan. Layanan pendukung seperti ATM dan Agen Laku Pandai juga sebagian besar sudah bisa diakses kembali.
Meski begitu, upaya pemulihan total masih terus dikejar. "Kami upayakan semua channel normal 100%. Harapannya, masyarakat bisa bertransaksi dengan nyaman lagi, terutama untuk kebutuhan tunai dan transaksi harian," pungkas Anton.
Nampaknya, pendampingan BSI di Aceh berjalan di dua front: memulihkan layanan keuangan dan langsung terjun memenuhi kebutuhan dasar korban. Sebuah langkah yang tak mudah di tengah situasi darurat.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi