Lalu, apa yang akan terjadi ke depan? Perry menyiratkan ada ruang untuk manuver. Bank sentral akan terus memantau perkembangan, terutama menyangkut inflasi tahun 2026 yang diproyeksikan tetap terkendali. Sasaran inflasi itu masih di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.
Di sisi lain, langkah pelonggaran kebijakan makroprudensial akan terus digenjot. Tujuannya jelas: membuat likuiditas yang disalurkan ke perbankan benar-benar efektif. Dengan begitu, diharapkan suku bunga perbankan turun dan pertumbuhan kredit khususnya untuk sektor-sektor prioritas pemerintah bisa melaju lebih kencang.
Perry memastikan, semua kebijakan ini diperkuat untuk satu tujuan akhir: mendorong sektor riil. Itulah gambaran besar yang ingin dicapai di tengah situasi yang masih penuh kehati-hatian ini.
Artikel Terkait
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026