Dan suspensi itu sendiri terjadi bukan tanpa sebab. Harga saham VKTR sebelumnya melesat luar biasa. Cuma dalam sebulan, kenaikannya tembus lebih dari 80 persen. Bahkan, kalau dilihat dari awal tahun 2025, grafiknya benar-benar fantastis dengan lonjakan hingga 400 persen. Wajar saja BEI memberi perhatian khusus.
Di sisi lain, AYAM kini masuk dalam radar khusus. Nasibnya mirip, terkena suspensi perdagangan lebih dari sehari sehingga harus pindah ke papan FCA. Yang menarik, pergerakan saham emiten unggas ini juga cukup panas.
Dalam tiga bulan terakhir, AYAM meroket 124 persen. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah kondisi perusahaan yang masih catat rugi. Imbasnya, kapitalisasi pasarnya terdongkrak kuat ke level Rp1,56 triliun.
Jadi, perombakan papan pemantauan kali ini mencerminkan dinamika pasar yang lagi panas. Dua saham dengan kinerja harga eksesif saling bergantian posisi, di bawah pengawasan ketat BEI.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak