Mulai Senin depan, cara main di pasar saham bakal ada perubahan. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan aturan baru yang disebut Non-Cancellation Period (NCP). Intinya, dalam beberapa menit krusial jelang pembukaan dan penutupan pasar, order beli atau jual yang sudah masuk tak bisa lagi dibatalkan atau diubah. Langkah ini, kata BEI, untuk melindungi investor ritel dari jebakan penawaran palsu.
Dulu sih, pelaku pasar bebas saja menarik atau mengubah order kapanpun selama sesi pra-pembukaan (pre-opening) dan pra-penutupan (pre-closing). Nanti, kebebasan itu bakal dibatasi. Jadi, kalau order sudah terkirim di waktu-waktu tertentu, ya sudah, harus siap dieksekusi. Tidak ada lagi ruang untuk mundur.
Aturan ini sebenarnya sudah tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI sejak April lalu. Tapi, BEI memberikan waktu transisi yang cukup panjang bagi para Anggota Bursa untuk beradaptasi. Nah, masa transisi itu kini sudah habis.
Menurut Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, penyesuaian wajib dilakukan semua pihak.
"Dengan ini, Bursa menetapkan bahwa masa transisi tersebut efektif berakhir sejak penutupan perdagangan Jumat, 12 Desember 2025,"
Jadinya, mulai Senin, 15 Desember 2025, sistem perdagangan JATS akan langsung menjalankan mekanisme NCP ini.
Lalu, kapan persisnya aturan ini berlaku? Kita tahu, ada periode pre-opening sekitar 15 menit (pukul 08.45-08.59 WIB) dan pre-closing sekitar 10 menit (15.50-15.59 WIB). Dua fase ini penting banget buat pembentukan harga sementara atau Indicative Equilibrium Price (IEP). Nah, NCP akan diterapkan di menit-menit terakhir kedua periode tersebut.
Untuk pra-pembukaan, NCP berlaku cuma 4 menit, dari pukul 08.56.00 sampai 08.59.59 WIB. Sedangkan untuk pra-penutupan, durasinya lebih panjang sedikit, sekitar 6 menit dari pukul 15.56.00 hingga 16.01.59 WIB. Di rentang waktu singkat inilah semua order yang masuk bersifat "mengikat".
Efeknya? Harapannya, pergerakan harga jadi lebih stabil dan transparan. Yang mau nawar sih masih boleh, asal siap konsekuensinya. Yang dilarang cuma membatalkan atau mengutak-atik order yang sudah terlanjur masuk. Dengan begini, diharapkan tidak ada lagi permainan kotor yang bikin investor kecil bingung dan rugi.
Jadi, siap-siap saja dengan perubahan ritme ini. Pasar tetap bergerak, hanya aturan mainnya yang sedikit dikencangkan.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020