Pasar komoditas Rabu (10/12) kemarin menampilkan pergerakan yang beragam. Ada yang merangkak naik, tak sedikit pula yang melemah. Minyak mentah dan timah berhasil menguat, sementara nasib berbeda dialami batu bara, CPO, dan nikel yang justru terperosok.
Di sektor energi, minyak mentah ditutup menguat. Kenaikan ini dipicu oleh berita yang cukup mengagetkan: AS disebut-sebut menyita sebuah kapal tanker minyak di perairan dekat Venezuela. Aksi itu langsung memicu kekhawatiran soal ketatnya pasokan minyak global dalam waktu dekat.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak Brent naik 27 sen atau sekitar 0,4 persen, menjadi USD 62,21 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga ikut terdongkrak 21 sen (0,4 persen) ke level USD 58,46 per barel.
Namun begitu, sentimen positif itu tak menyebar ke semua komoditas. Batu bara, misalnya, justru mencatatkan penurunan. Berdasarkan pantauan di situs Ice Newcastle, harganya anjlok 0,64 persen dan bertengger di angka USD 109,4 per ton.
Nasib serupa menimpa Crude Palm Oil (CPO). Minyak kelapa sawit ini kehilangan 1,05 persen nilainya pada perdagangan Rabu, hingga berada di posisi MYR 4.061 per ton.
Lalu ada nikel. Logam industri yang satu ini juga terpantau lesu. Di London Metal Exchange (LME), harganya merosot tipis 0,56 persen, menjadi USD 14.652 per ton.
Di tengah pelemahan itu, timah muncul sebagai pengecualian. Komoditas ini justru mengalami kenaikan, meski tipis. Berdasarkan data LME, harga timah naik 0,37 persen, menguat ke level USD 40.004 per ton. Kenaikan ini sedikit memberi warna berbeda pada peta perdagangan hari itu.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS