Di sisi lain, semua mata tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulai hari ini. Pengumuman kebijakan suku bunga akan dirilis besok, Rabu. Tekanan pada The Fed cukup besar.
Inflasi AS masih bandel, bertengger di atas target 2% yang diinginkan. Tapi, ada sinyal-sinyal samar dari pasar tenaga kerja yang mulai kehilangan momentum. Situasi yang benar-benar dilematis.
Nah, pelaku pasar sepertinya sudah punya tebakan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed memotong suku bunga 25 basis poin mencapai 89,6%. Angka yang cukup tinggi, menunjukkan harapan yang begitu kuat.
Sebelum keputusan itu keluar, investor juga akan menyimak data lowongan kerja JOLTS untuk bulan Oktober. Ini jadi panduan terakhir mereka.
Ekspektasi potongan suku bunga inilah yang selama ini jadi penyangga semangat investor. Dampaknya terlihat: S&P 500 nyaris sentuh level rekor, sementara saham-saham berkapitalisasi kecil justru menunjukkan performa yang lebih cemerlang dalam kuartal ini. Menarik, bukan? Meski dibuka koreksi, semangat risiko sepertinya belum benar-benar padam.
Artikel Terkait
Centrepark Raih Top Brand Award 2026 untuk Kategori Parking Management
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari